Jumat, 01 Mei 2009

HARI BUMI

Peringatan hari bumi 22 April 2009 bukan hanya punya segelintir orang, tapi lebih untuk seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan betapa pentingnya penyelamatan bumi dari berbagai ulah manusia yang tidak memikirkan generasi yang akan datang dan mengingat semakin menipisnya lapisan ozon bumi, sehingga dalam jangka panjang apabila kita tidak menjaga hijaunya bumi ini betapa semakin panas suhu bumi.

Dan Hari Bumi mungkin didalam benak kita menanggapinya dengan santai dan lebih parahnya tidak mau tahu. Perlu kita kembali pada sejarah dahulu bahwa punahnya binatang purba akibat dari mencairnya es dikedua kutup bumi kita.

Hubungan dengan jaman sekarangpun hampir sama bahwa berkurangnya lapisan ozon dan banyaknya bencana alam karena kurang sadarnya kita sebagai manusia yang tidak menjaga ekosistem bumi. Banyaknya pembalakan liar hingga membuat hutan menjadi hamparan tanah kosong sehingga tidak bisa menyerap air dengan baik sehingga menimbulkan banjir, tanah longsor.Asap kendaraan bermotor yang berlebihan tidak hanya membuat nafas kita terasa sesak tapi juga membuat lapisan ozon menjadi semakin menipis sehingga mengakibatkan terjadinya pemanasan global atau Global Warning.

Kalau kita renungkan uraian diatas tentu kita belum bisa bebas dari dakwaan bahwa kita adalah pelaku perusak bumi. Betapa tidak, dengan sadar maupun tidak kita masih dengan seenaknya membiarkan lingkungan sekitar kita mengkonsumsi bahan-bahan bangunan yang bisa merusak ekosistem bumi.

Dari berbagai upaya pemerintah dan lembaga-lembaga dibawah naungan department lingkungan hidup berkampanye tiada hentinya. Kampanye tanpa tindakan nyata dari semua element akan sia-sia. Tapi apabila berangkat kesadaran diri sendiri akan terlihat hasilnya. Hari bumi seyogyanya dikampanyekan lewat semua sekolah dari SD sampai SLTA bahkan perguruan tinggi. Sehingga generasi muda sedini mungkin tahu bahwa setiap tanggal 22 April adalah hari bumi yang harus dijadikan bangun dari tidur panjang. Saat bumi harus dipijak, saat mengerikan menghadang datang, jangan tunggu kemarahan bumi. Mari bangkit selamatkan bumi.

Tidak ada komentar: